Senin, 07 April 2014

APA SAJA KLASIFIKASI SIFILIS YANG DIDAPAT ?

Sifilis merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh Treponema Pallidum, yang merupakan penyakit kronis dan bersifat sistemik. Selama proses perjalanan penyakit sifilis dapat menyerang ke seluruh organ tubuh. Ada masa laten tanpa menifestasi lesi ditubuh yang dapat ditularkan kepada bayi selama di dalam kandungan.
Menurut para pakar alhi Metropole Hospital sifilis didapat dibagi atas beberapa, diantaranya yaitu :
Ø  Sifilis stadium 1,2,3
Sifilis stadium 1 terjadi 10-90 hari setelah terinfeksi. Tanda klinis yang pertama berupa tukak, biasanya hanya berjumlah satu meskipun dapat juga multiple. Adanya sedikit rasa nyeri pada papula yang berukuran 1-2 cm serta teraba keras. Adanya lesi yang biasanya ditemukan di genetalia eksterna serta  bibir, lidah, amandel, putting susu, jaru ataupun anus. Berbentuk bulat atau lonjong, bersih, merah dan tidak ada tanda-tanda peradangan serta terjadinya pembesaran kelenjar getah bening.
Pada stadium 2 biasanya terjadi1-6 bulan setelah terinfeksi. Gejala yang timbul biasanya terjadi kebotakan pada rambut, alis dan bulu mata. Terdapat kondilomatalata, lesi yang berupa papula dan macula terdapat di membran mukosa. Gejala penyakit sistemik temasuk ringan seperti sakit kepala, demam, nyeri pada tulang serta terjadi pembesaran pada kelenjar limfe.
Sedangkan stadium 3 terjadi 1-2 tahun setelah terinfeksi awal. Lesi yang terdapat sangat khas yaitu “gumma”. Pada stadium ini, sifilis dapat merusak semua jaringan, tulang-tulang rawan pada hidung dan palatum. Juga terdapat nodus dibawah kulit yang besarnya bervariasi tetapi umumnya berbentuk lingkaran yang polistik.
Ø  Sifilis kardiovaskuler
Sifilis kardivaskuler terjadi sekitar 10-20 tahun setelah terinfeksi. Biasanya terjadi insufisiensi aorta atau aneurisma yang berbentuk kantung pada aorta torakal.
Ø  Neurisifilis

Neurosifilis biasanya terjadi 10-20 tahun setelah terinfeksi. Neurosifilis dapat merusak system syaraf pusat dan bisa terjadi meningovaskuler dan parankimosa. Neurosifilis juga terdapat gejala-gejala klinis penyakit system syaraf pusat seperti syaraf cranial, perubahan kepribadian dan hilangnya sebagian reflex.
article from : penyakitkelamin.org

Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik Konsultasi online , dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911921/2. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar